Rabu, 19 November 2014

HOME

Indonesia mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani,disamping itu juga jumlah lahan pertanian dan perkebunan hampir 2/3 luas tanah negeri ini sehingga indonesia didapok sebagai negara agraris,dengan 2 musim yang ada di Indonesia yakni musim hujan dan musim kemarau maka pertanian dinegeri ini berpotensi mengalami 3 kali masa panen (2 kali panen padi ,1 kali penen polowijo).
Struktur tanah indonesia dikenal sangat subur hingga bercocok tanam apapun bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,karena ketersediaan unsur hara alami tersedia melimpah ruah.akan tetapi seiring dengan datangnya para pembaharu dibidang pertanian seperti Norman bulgoud dengan green revolution nya melalui 4 komponen dalam pertanian yakni
1. Pengaturan irigasi yang baik
2. Penggunaan pupuk kimia
3. Pemilihan bibit unggul
4. Pestisida atau obat hama kimia
Diantara komponen revolusi hijau tersebut dua hal yang perlu kita evaluasi yakni pupuk kimia dan pestisida kimia,memang dalam waktu singkat konsep revolusi hijau bisa membentuk negara yang mengadopsi bisa secepat kilat mengalami swasembada pangan seperti negeri yang kita cintai ini ,hanya 2 tahun setelah aplikasi intensif ,bisakah bertahan lama ?ternyata tidak indonesia bertahan hingga tahun1999 swasembada setelah itu ...import beras!!!kenapa hal itu terjadi???aplikasi pupuk kimia dan pestisida kimia telah merusak tanah karena kimia bersifat mengikat unsur hara alami dan membunuh mikroorganisme tanah yang nota bene berfungsi sebagai dekompuser dan penghasil unsur hara.dengan demikian tanah tandus dan gersang.menurut laporan UN Conference on Everonment and Development 1992 (Eart Summit) kandungan mineral tanah pertanian diberbagai bagian dunia telah merosot 55-85% dalam 100 tahun belakangan,ini disebabkan karna aplikasi pupuk kimia dan pestisida kimia pada pertanian.menurut Dr.Hiromi Sinya, MD “kualitas tanaman yang kita makan ditentukan oleh kualitas tanah tempat tumbuhnya “ini berarti dengan pola kimia dan penurunan mineral tanah yakni unsur hara maka tanaman pertanian saat ini sangat rendah mineral dan gizinya untuk dikonsumsi.sehingga tidak heran ada pepatah yang menyidir negeri ini “seperti unta yang mati kehausan dipadang pasir padahal di pundak nya terdapat kantong air”.
Siapa yang bertangguang jawab terhadap semua ini??seorang pejuang adalah mereka yang tidak mengkambing hitamkan satu sama lain tetapi mereka selalu mencari dan menciptakan solusi terhadap persolan yang terjadi.PT.HCS memberikan solusi terhadap semua ini dengan konsep” Pertanian Berkelanjutan “mengajak masyarakat untuk back to nature dan go to organic mewujudkan kelestarian alam dan mengembalikan kesuburan bumi pertiwi menuju masyarakat Sehat ,Mandiri dan Sukses.
PT Hidup Cerah Sejahtera membina masyarakat antara lain :
1. Cara bertani organic
2. Cara membuat BHOKASI atau pupuk kompos
3. Cara membuat kosentrat kambing,sapi,ayam dan bebek
4. Cara membuat pelet atau makanan ikan
5. Cara berternak sukses tanpa ngarit tanpa angon,limbahnya rama lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BOKASI

BAHAN BOKASI

UNTUK 1 ha LAHAN :

1. Veses / Kotoran Ayam / Kambing / Sapi 800 kg

2. Dedak / Bekatul 50 kg.

3. Sekam 150 kg

4. Gula pasir 0.25 kg

5. SOT 2 lt.

6. Air / Klo ada air kelapa 30 - 40%

CARA MEMBUAT BOKASI / KOMPOS

Semua bahan : Air SOT, Gula pasir, dicampur rata,dan dicampurkan dengan veses, dedak dan sekam sampai memel ( digenggam basah tapi air tidak tetes ) kemudian didiamkan 30 menit , kemudian di tutup rapat, bisa dg terpal, plastik atau tong yang penting rapat, diamkan selama 3 x 24 jam. Kemudian dibuka dan diangin – anginkan agar kering dan gas amoniaknya hilang, BOKASI siap digunakan bila tidak habis bisa di simpan di tempat kering dan terhindar dari sinar matahri langsung dan hujan,

Catatan :

Bila vesesnya belum tercampur SOC / ternaknya belum pakai SOC, veses harus di campur dulu dengan PHEFOC dan difermentasi 1 x24 jam , kemudian di buka dan diangin-anginkan. Baru untuk bahan BOKASI.

SOT DAN PHEFOC BISA ANDA DAPATKAN DI STOKIS HCS / TEMPAT PELATIHAN HCS / MITRA – MITRA HCS / WELAS RAHMANTO 0815 4867 0758